gravatar

Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.


Lalu bagaimana dengan Papa?


Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?



Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......



Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.



Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?



Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.



Ketika kamu sudah beranjak remaja....



Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..



Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?



Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?



Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"



Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa



Ketika kamu menjadi gadis dewasa....



Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.



Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.



Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"



Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.


Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."


Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....



Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal...

Copied From my friend's note...
and maybe from another source.

Read More..
gravatar

I love her but I'm just too shy, and I don't know why.

10th grade

As I sat there in English class, I stared at the girl next to me. She was my so called "best friend". I stared at her long, silky hair, and wished she was mine. But she didn't notice me like that, and I knew it. After class, she walked up to me and asked me for the notes she had missed the day before and handed them to her. She said "thanks" and gave me a kiss on the cheek. I wanted to tell her, I want her to know that I don't want to be just friends, I love her but I'm just too shy, and I don't know why.

11th grade
The phone rang. On the other end, it was her. She was in tears, mumbling on and on about how her love had broke her heart. She asked me to come over because she didn't want to be alone, so I did. As I sat next to her on the sofa, I stared at her soft eyes, wishing she was mine. After 2 hours, one Drew Barrymore movie, and three bags of chips, she decided to go to sleep.She looked at me, said "thanks" and gave me a kiss on the cheek. I want to tell her, I want her to know that I don't want to be just friends, I love her but I'm just too shy, and I don't know why.

Senior year
The day before prom she walked to my locker. My date is sick" she said; he's not going to go well, I didn't have a date, and in 7th grade, we made a promise that if neither of us had dates, we would go together just as "best friends". So we did. Prom night, after everything was over, I was standing at her front door step. I stared at her as she smiled at me and stared at me with her crystal eyes. I want her to be mine, but she isn't think of me like that, and I know it. Then she said "I had the best time, thanks!" and gave me a kiss on the cheek. I want to tell her, I want her to know that I don't want to be just friends, I love her but I'm just too shy, and I don't know why.

Graduation Day
A day passed, then a week, then a month. Before I could blink, it was graduation day. I watched as her perfect body floated like an angel up on stage to get her diploma. I wanted her to be mine, but she didn't notice me like that, and I knew it. Before everyone went home, she came to me in her smock and hat, and cried as I hugged her. Then she lifted her head from my shoulder and said, "you're my best friend, thanks" and gave me a kiss on the cheek. I want to tell her, I want her to know that I don't want to be just friends, I love her but I'm just too shy, and I don't know why.

A Few Years Later
Now I sit in the pews of the church. That girl is getting married now. I watched her say "I do" and drive off to her new life, married to another man. I wanted her to be mine, but she didn't see me like that, and I knew it. But before she drove away, she came to me and said "you came!". She said "thanks" and kissed me on the cheek. I want to tell her, I want her to know that I don't want to be just friends, I love her but I'm just too shy, and I don't know why.

Funeral
Years passed, I looked down at the coffin of a girl who used to be my "best friend". At the service, they read a diary entry she had wrote in her high school years. This is what it read: I stare at him wishing he was mine, but he doesn't notice me like that, and I know it. I want to tell him, I want him to know that I don't want to be just friends, I love him but I'm just too shy, and I don't know why. I wish he would tell me he loved me! `I wish I did too...` I thought to my self, and I cried.

Read More..
gravatar

Last Message - Untuk Teman ku yang Terkasih...

Untuk Temanku yang Terkasih,

Pernahkah kamu merasakan,bahwa kamu mencintai seseorang,meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,tapi kamu tetap mencintainya..? Pernahkah kamu merasakan,bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi..? Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,tersenyum kala terluka,menangis kala bahagia,bersedih kala bersama,tertawa kala berpisah..? Aku pernah .........

Aku pernah tersenyum meski kuterluka! Karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku...Aku pernah menangis kala bahagia,karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja...Aku pernah bersedih kala bersamanya,karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku...Aku tetap bisa mencintainya,meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,karena memang cinta ada dalam jiwa,dan bukan ada dalam raga...
Pernahkah kamu tahu,bahwa sepanjang waktu aku selalu memikirkanmu..? Pernahkah kamu tahu untuk siapa aku menitiskan air mata..? Pernahkah kamu menyadari, bahwa dulu aku seringkali mengamatimu dari jauh ketika kau bersama dengan teman-temanmu..? Pernahkah kamu tahu dan peduli betapa berat duka dan kesedihan yang harus kutanggung seorang diri..? Pernahkah kamu tahu mengapa aku bersikap begitu kasar terhadapmu, menghindarimu sekarang..? Tidak,kamu tidak pernah tahu...dan barangkali kamu pun juga tidak akan pernah peduli terhadapku...

Benar, aku memang sengaja menghindarimu selama kurang lebih setahun ini karena;
Sudah tiba waktunya, dimana aku harus berhenti mencintaimu, bukan karena kamu tidak mencintaiku, tetapi karena aku menyadari, bahwa kamu akan lebih bahagia apabila aku melepasmu....
Butuh waktu yang sangat lama, bahkan seumur hidup untuk bisa menyembuhkan luka batinku...dan batinku pun tidak akan bisa utuh sepenuhnya tanpa meninggalkan sebuah cacat....
Aku tidak punya kuasa untuk memaksamu agar menuruti keinginanku..dan aku pun juga tidak bersedia untuk melakukannya....
Aku tidak bisa memaksamu untuk tahu betapa pahit dan beratnya duka yang harus kutanggung seorang diri..karena kutahu, Tuhan sedang memberiku cobaan yang harus kuatasi sendiri..dan akhirnya aku pun menyadari, inilah cara Tuhan untuk mengasihi hamba-hambaNya dan menjadikan mereka untuk lebih dewasa, lebih baik, tebih tegar dan lebih bijaksana....
Cukup aku saja yang menanggung semua kesedihan ini sendiri,aku tidak mau mengganggumu, mengusik ketenanganmu, melibatkan dirimu lebih jauh..karena kesedihan ini begitu menyakitkan....
Aku lelah..sudah cukup yang kualami..sudah cukup yang kulihat dan sudah cukup yang kurasakan....

Maafkan aku apabila aku tidak bisa menerima realita yang ada di depan mata...Maafkan aku apabila aku pernah membuatmu kesal,marah,tersinggung dengan ucapanku,sikapku dan tingkah lakuku...Maafkan aku apabila aku pernah berbuat salah kepadamu baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja...dan maafkan aku karena aku pernah memperlakukanmu begitu kasar...Tetapi percayalah,bukan maksudku untuk berbuat seperti itu...

Satu hal terakhir yang bisa kusampaikan disini
"Senang bisa mengenalmu...dan aku tidak akan pernah menyesal
bertemu denganmu..."

Kau tahu, yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk mengetahui bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
Tetapi aku bangga, karena aku bisa mencintai seseorang melebihi cintaku pada diriku sendiri.


( note ini diambil dari sebuah forum, entah ini sebuah karya original-nya atau bukan... hanya saja saya ingin membagikan cerita ini untuk kalian, dengan tujuan apa saya membagikannya... ? entah lah... pastinya ini mengingatkan saya akan beberapa hal.. mungkin buat kalian juga... >
< http://indoforum.org/showthread.php?t=32664 >< diambil oleh seorang poster bernama " long trip for my love ")

Read More..
gravatar

A message for 4 year

dibuat oleh seorang manusia... jadikan pembelajaran
---
rumahku dan rumahmu
seperti terpisah oleh lautan
berombak tinggi, dan rawan akan badai
kau boleh anggap aku tak pernah berani untuk menyebranginya

tempatku dan tempatmu
seakan terhalangi gunung
terjal berbatu, jalan setapak, dan banyak binatang buas
dan kau boleh anggap aku takut untuk menaikinya

udaraku dan udaramu
dibatasi asap tebal
minim sinyal, kotor dan bau
kau katakan aku tak akan sanggup menghirupnya dan masuk ke dalam udaramu

langitku dan langitmu
tertutup kabut dan awan gelap
tak bercahaya, dan tak berbintang
kau boleh mengira aku tak akan bisa melihat bintang yang ada dilangitmu

kita selalu terpisah...
aku hanya bisa berharap melalui segala tulisanku
sms, puisi, status, dan terkadang mungkin teleponku
bisa menyampaikan bahwa aku peduli dengan dirimu

aku tahu saat kau menangis karena kau dikhianati temanmu sendiri
aku tahu kesusahaan mu saat mengejar deadline akan tugasmu
aku mengerti keadaan mu saat sakit hinggap di tubuhmu
aku ikut rasakan lelahmu saat kau kerjakan semuanya sendirian
aku tahu saat hari hari mu sepi dan membosankan

aku tahu kau sadar aku peduli padamu

tapi mengapa kau tanyakan
kenapa aku tak pernah ada disisimu?

kita memang selalu terpisah
dan mungkin akan semakin terpisah

tapi ijinkan aku bertanya :

apakah kau yang menciptakan lautan penuh dengan ombak berbadai?
apakah kau yang menciptakan gunung terjal berbatu?
apakah kau yang menciptakan asap tebal, kabut, dan awan gelap?

apakah aku yang sebenarnya tak pernah mencoba untuk melalui semuanya?
ataukah kau yang sebenarnya membuatku untuk tak mampu melaluinya?

tak usah kau jawab akan hal ini.
tapi pikirkanlah sejenak saja
akan kesungguhan ku untuk bersamamu...

thx bila tulisan ini sampai ke dalam hatimu...
(ditunggu segala perubahannya, 4 taun lagi kita akan bertemu... untuk sementara 4 tahun ini gw bakal lenyap dan kembali dengan perubahan yg positif! take care selama 4 taon....)


(cybercat: siapa yang ngebuat ini masih dirahasiakan, apakah gw atau teman gw, atau bahkan kucing gw sebenernya gw sendiri ga tw, mgkn surat ini ditulis di bawah alam sadar... thx, blh di comment)


Read More..
gravatar

Pengorbanan Sang Ibu

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan
anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu
sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun anaknya
mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi,mengadu
ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya
yang malang. Namun begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, "Tuhan
tolong Kau sadarkan anakku yang ku sayangi, supaya ia tidak berbuat dosa
lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat,
sebelum Aku mati".

Namun semakin lama si Anak semakin larutdengan perbuatan jahatnya. Sudah
sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya.

Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang
nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian
dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan
tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka
tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman Pancung.

Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan
dilakukan keesokan harinya didepan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat
lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu
sampai juga ke telinga si Ibu. Dia menangis, meratapi Anak yang sangat
dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan.

"Tuhan, Ampunilah Anak Hamba.Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang
menanggung dosa dan kesalahannya." Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja
dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak
tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah .
Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni.Karena kelelahan dia
tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan ,rakyat berbondong-bondong
untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan
Pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis
menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan ,
lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima
menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan
lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia
menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada. Ketika mereka sedang
terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya mengalir darah, darah
tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat di mana Lonceng diikat.

Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang
naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala
hancur berlumuran darah. Dia memeluk Bandul di dalam lonceng yang
mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang
terbentur ke dinding lonceng . Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu
tertunduk dan meneteskan air mata . Sementara si Anak meraung-raung memeluk
tubuh ibunya yang sudah diturunkan.Dia menyesali dirinya yang selalu
menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah
memanjat ke Atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi
di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Credit : Copied from my friend's note on facebook.

Read More..
gravatar

Sandal Jepit

Disebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota , nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.

Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.

“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.

Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.

“Apa menariknya menjadi sandal jepit ?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.

Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata
“Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”.
Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.

“Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di didalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sesekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu?. Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang spesial. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya”, Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.

“Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman.” Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.

“Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang”, jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya.

Sandal jepit tersenyum dengan bijak “Sahabatku! ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya”

Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu,
“Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikanpun manusia mengajakku dan meninggalkanmu.”
Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan “Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku, sandal jepit yang terhormat”.

Credit : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3098407
Yang mungkin diambil dari referensi lain.

Read More..