gravatar

A message for 4 year

dibuat oleh seorang manusia... jadikan pembelajaran
---
rumahku dan rumahmu
seperti terpisah oleh lautan
berombak tinggi, dan rawan akan badai
kau boleh anggap aku tak pernah berani untuk menyebranginya

tempatku dan tempatmu
seakan terhalangi gunung
terjal berbatu, jalan setapak, dan banyak binatang buas
dan kau boleh anggap aku takut untuk menaikinya

udaraku dan udaramu
dibatasi asap tebal
minim sinyal, kotor dan bau
kau katakan aku tak akan sanggup menghirupnya dan masuk ke dalam udaramu

langitku dan langitmu
tertutup kabut dan awan gelap
tak bercahaya, dan tak berbintang
kau boleh mengira aku tak akan bisa melihat bintang yang ada dilangitmu

kita selalu terpisah...
aku hanya bisa berharap melalui segala tulisanku
sms, puisi, status, dan terkadang mungkin teleponku
bisa menyampaikan bahwa aku peduli dengan dirimu

aku tahu saat kau menangis karena kau dikhianati temanmu sendiri
aku tahu kesusahaan mu saat mengejar deadline akan tugasmu
aku mengerti keadaan mu saat sakit hinggap di tubuhmu
aku ikut rasakan lelahmu saat kau kerjakan semuanya sendirian
aku tahu saat hari hari mu sepi dan membosankan

aku tahu kau sadar aku peduli padamu

tapi mengapa kau tanyakan
kenapa aku tak pernah ada disisimu?

kita memang selalu terpisah
dan mungkin akan semakin terpisah

tapi ijinkan aku bertanya :

apakah kau yang menciptakan lautan penuh dengan ombak berbadai?
apakah kau yang menciptakan gunung terjal berbatu?
apakah kau yang menciptakan asap tebal, kabut, dan awan gelap?

apakah aku yang sebenarnya tak pernah mencoba untuk melalui semuanya?
ataukah kau yang sebenarnya membuatku untuk tak mampu melaluinya?

tak usah kau jawab akan hal ini.
tapi pikirkanlah sejenak saja
akan kesungguhan ku untuk bersamamu...

thx bila tulisan ini sampai ke dalam hatimu...
(ditunggu segala perubahannya, 4 taun lagi kita akan bertemu... untuk sementara 4 tahun ini gw bakal lenyap dan kembali dengan perubahan yg positif! take care selama 4 taon....)


(cybercat: siapa yang ngebuat ini masih dirahasiakan, apakah gw atau teman gw, atau bahkan kucing gw sebenernya gw sendiri ga tw, mgkn surat ini ditulis di bawah alam sadar... thx, blh di comment)


Read More..
gravatar

Pengorbanan Sang Ibu

Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan
anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu
sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya . Adapun anaknya
mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi,mengadu
ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya
yang malang. Namun begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, "Tuhan
tolong Kau sadarkan anakku yang ku sayangi, supaya ia tidak berbuat dosa
lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat,
sebelum Aku mati".

Namun semakin lama si Anak semakin larutdengan perbuatan jahatnya. Sudah
sangat sering ia keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya.

Suatu hari ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang
nasibnya akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian
dia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan
tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka
tanpa ampun lagi si Anak tersebut dijatuhi hukuman Pancung.

Pengumuman hukuman itu disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan
dilakukan keesokan harinya didepan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat
lonceng Gereja berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu
sampai juga ke telinga si Ibu. Dia menangis, meratapi Anak yang sangat
dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan.

"Tuhan, Ampunilah Anak Hamba.Biarlah HambaMu yang sudah tua renta ini yang
menanggung dosa dan kesalahannya." Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja
dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si Anak
tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah .
Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni.Karena kelelahan dia
tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan ,rakyat berbondong-bondong
untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan
Pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, tanpa terasa dia menangis
menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan ,
lonceng Gereja belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima
menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang membunyikan
lonceng di Gereja. Dia Juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia
menarik lonceng tapi, suara dentangnya tidak ada. Ketika mereka sedang
terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang di pegangnya mengalir darah, darah
tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat di mana Lonceng diikat.

Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang
naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala
hancur berlumuran darah. Dia memeluk Bandul di dalam lonceng yang
mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang
terbentur ke dinding lonceng . Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu
tertunduk dan meneteskan air mata . Sementara si Anak meraung-raung memeluk
tubuh ibunya yang sudah diturunkan.Dia menyesali dirinya yang selalu
menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah
memanjat ke Atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi
di dalam lonceng,untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Credit : Copied from my friend's note on facebook.

Read More..
gravatar

Sandal Jepit

Disebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota , nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.

Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.

“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.

Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.

“Apa menariknya menjadi sandal jepit ?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.

Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata
“Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”.
Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.

“Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di didalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sesekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu?. Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang spesial. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya”, Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.

“Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman.” Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.

“Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang”, jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya.

Sandal jepit tersenyum dengan bijak “Sahabatku! ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya”

Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu,
“Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikanpun manusia mengajakku dan meninggalkanmu.”
Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan “Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku, sandal jepit yang terhormat”.

Credit : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3098407
Yang mungkin diambil dari referensi lain.

Read More..